Kenali Kandidat Mandataris MPA / Ketua Presidium PP PMKRI 2026-2028
Asal: PMKRI Cabang Bogor
Angkatan: 2018
| Nama lengkap | Ferdinandus Wali Ate, S.Farm |
|---|---|
| Nama panggilan | Ferdi |
| Tempat, Bulan - Tahun lahir | Hohawungo, Januari 1998 |
| Kontak | [No. hp disimpan] |
| [Email disimpan] | |
| Media sosial | TiktTok |
| YouTube | |
| Moto Hidup | Segala perkara dapat kutanggung di dalam dia yang memberi kekuatan kepadaku. Filipi 4:13 |
| Riwayat Pendidikan | 2017 - 2022: Universitas Pakuan - F. MIPA - PS. Farmasi |
| 2023 - Sekarang: Institut Sains dan Teknologi Nasional - F. Farmasi - PS. Profesi Apoteker | |
| 2026 - ... : Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor - PS Magister | |
| Riwayat Organisasi di PMKRI | 2018: Diterima menjadi Anggota PMKRI |
| 2020 - 2021: Presidum Pengembangan Organisasi, PMKRI Cabang Bogor | |
| 2021 - 2022: Ketua Presidium, PMKRI Cabang Bogor | |
| 2024 - 2026: Presidium Hubungan Luar Negeri, PP PMKRI | |
| Riwayat Organisasi di luar PMKRI | 2018 - 2019: Badan Eksekutif Mahasiswa FMIPA Universitas Pakuan, Bidang Seni Budaya dan Olahraga |
| 2019 - 2020: Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Pakuan, Menteri Luar Kampus | |
| 2019 - Sekarang: Founder, Literasi Digital Nusantara | |
| 2019 - Sekarang: CEO, Tenun Nusa Tenggara (Tenusa) | |
| Pengalaman Lainnya | Konsultan Klinik; Pendampingan dan penguatan kapasitas kelembagaan |
| Forum Nasional & Internasional; Narasumber, peserta, dan fasilitator diskusi strategis | |
| Hak Asasi Manusia (HAM); Advokasi dan edukasi hak-hak masyarakat | |
| Lingkungan Hidup; Penguatan kesadaran dan pembangunan berkelanjutan | |
| Masyarakat Adat; Pendampingan dan perlindungan hak masyarakat adat | |
| Literasi Bangsa; Pengembangan budaya baca, tulis, dan berpikir kritis | |
| TPPO; Pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang | |
| Kolaborasi Lintas Sektor; Membangun kemitraan pemerintah, akademisi, dan masyarakat sipil | |
VISI
“Mematri Ulang Poros PMKRI sebagai Rahim Intelektual Profetik yang Mandiri dan Berdaulat Guna Menjadi Kompas Moral-Intelektual Bangsa.”
MISI (PANCA DHARMA TRANSFORMASI)
1. Dharma Pertama: Akselerasi Kaderisasi Berbasis Digital & Intelektual (Ratio)
a) Membabat Disparitas Kognitif Lewat PMKRI Digital Academy dan Akses Beasiswa Kader.
b) Menolak pembodohan struktural dan anemia intelektual dengan membangun ekosistem digital terintegrasi (PMKRI Smart-Hub) agar akses modul intelektual dan pelatihan kepemimpinan merata dari Sabang sampai Merauke.
c) Mengaktifkan kembali laboratorium kepemimpinan strategis untuk mencetak kader yang berdaulat secara kognitif, penguasaan data, sains, serta analisis kebijakan publik guna menghadapi tantangan disrupsi zaman.
d) Memperkokoh kampus sebagai basis utama pergerakan melalui advokasi jaminan hak pendidikan tinggi, memperluas jejaring beasiswa (dalam dan luar negeri), serta memastikan tidak ada kader potensial perhimpunan yang luput atau terhenti kuliahnya akibat kendala ekonomi.
2. Dharma Kedua: Advokasi Profetik & Liturgi Jalanan (Amor)
a) Mentransformasikan spiritualitas altar menjadi gerakan radikal liturgi jalanan.
b) Mengawinkan Kasih (Amor) dan Akal Budi (Ratio) menjadi kekuatan penekan berbasis data (Advokasi 4.0) melalui pembentukan Center for Social Justice (CSJ) sebagai suplai amunisi riset cabang-cabang.
c) Menjadikan perhimpunan sebagai pembela kemanusiaan yang profetik di ruang publik; militan membela buruh yang terdiskriminasi algoritma, masyarakat adat yang kehilangan ruang hidup, serta memimpin narasi keadilan iklim (Laudato Si’).
3. Dharma Ketiga: Rejuvenasi Organisasi & Kolaborasi Inklusif
a) Meruntuhkan menara gading organisasi guna memimpin jaringan solidaritas global.
b) Melakukan peremajaan tata kelola internal perhimpunan agar adaptif terhadap otomatisasi, serta menginisiasi koalisi strategis Cipayung Plus Digital Front untuk menjaga kedaulatan demokrasi dan melawan polarisasi di ruang siber.
c) Memperkuat posisi dan diplomasi PMKRI dalam jaringan mahasiswa Katolik internasional (IMCS Pax Romana) serta mengirimkan kader terbaik ke forum pemuda dunia demi memperluas cakrawala gerakan melampaui batas domestik.
4. Dharma Keempat: Kemandirian Ekonomi & Kedaulatan Finansial
a) Memutus rantai patronase politik melalui kedaulatan finansial yang mandiri.
b) Mendirikan PMKRI Creative Hub & Incubator untuk memfasilitasi wirausaha sosial kader serta membangun unit bisnis mandiri organisasi (koperasi digital dan agrikultur cerdas) demi mengubur budaya mengemis proposal pada makelar kekuasaan.
c) Menerapkan digitalisasi keuangan organisasi yang transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan secara real-time guna membangun kepercayaan mutlak di rahim perhimpunan.
5. Dharma Kelima: Internalisasi Nilai Kekatolikan Kontekstual
a) Membumikan Ajaran Sosial Gereja sebagai Kompas Moral di Era Algoritma.
b) Menyelenggarakan Sekolah ASG Kontemporer untuk membedah ensiklik kepausan (Rerum Novarum hingga Magnifica Humanitas) dalam menjawab tantangan kemiskinan struktural, hak asasi manusia, pertobatan ekologis, hingga TPPO, serta kecerdasan buatan (AI)
c) Menolak iman mandul yang bersembunyi di balik tembok gereja dengan aktif menjadi fasilitator dialog antar-iman, merajut kembali tenun kebhinekaan, dan menghidupkan persaudaraan universal yang inklusif.